BOPM Wacana

Aku Tak Ingin Mati

Dark Mode | Moda Gelap

Bagai kepompong yang dengan sederhananya menciptakan kupu-kupu indah

Seperti itulah yang dinamakan kehidupan

Bagai para ibu yang melahirkan bayi-bayi lucunya dengan maut yang menyertainya

Seperti itu jugalah yang dinamakan hidup

 

Tidakkah banyak yang pasrah kepada hidup yang diibaratkan sungai mengalir

Menikmati jernih dan kelamnya jenis air lalu akhirnya mati tertimpa batu

Sesederhana itukah jalan hidup yang dimaksud?

Jika ternyata mendaki gunung yang terjal dan penuh kesengsaraan ternyata lebih indah di akhirnya

 

Aku tak ingin mati

Seperti ulat yang bercita-cita menjadi kupu-kupu

Seperti perahu nelayan yang berharap ditumpangi banyak ikan

Seperti halilintar yang mendendangkan melodinya

Aku masih ingin terbang menerabas semua rahasia di balik awan

 

Aku tak ingin mati

Berkutat bodoh dengan problem hidup

Menikmati riak-riak kepiluan yang menyesakkan

Bersyukur dengan segala musibah

Menimba darah untuk meluluri tubuh sendiri

 

Aku hanya ingin bermetamorfosa dengan sempurna

Menjadi pelangi yang selalu terlihat indah

Menjadi intan permata yang selalu terlihat berharga

Bisakah hidup seperti itu saja?

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).