
Oleh: *Miftahul Ihsan Butar Butar
Medan, wacana.org – Creative Student Home (CreSHome) mengadakan kegiatan Pemimpin Muda Sumatra Utara 2026 bertajuk “Unlocked Potensimu, Pimpin Perubahan”. Kegiatan ini diikuti mahasiswa serta pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Sumatra Utara yang berlangsung pukul 08.30–15.00 WIB di Aula Utama Universitas Dharmawangsa, Sabtu (24/10/2026).
Tiga pembicara dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara (Sutarto), inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia sekaligus dokter spesialis bedah saraf (Ridha Dharmajaya), dan Wakil Ketua DPD KNPI Sumatra Utara (Angga Wijaya). Ketua Panitia, M. Zaid Tsabit, serta pengurus CreSHome Nasional, Muhammad Arrosyid.
Dalam pemaparannya, Sutarto, menjelaskan terkait tugas pokok legislatif. “Saya kira, tugas legislatif yang paling pokok adalah merancang peraturan undang-undang berdasarkan kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Selanjutnya, Ridha Dharmajaya, dengan materinya mengajak peserta untuk berani keluar dari zona nyaman, mengenali potensi diri, dan bekerja keras. “Kita tidak bisa pasrah begitu saja. Kerja keras dua hingga tiga kali lipat dapat mengalahkan orang yang lebih cerdas. Karena itu, kita harus berani keluar dari zona nyaman dan terus berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan,” tegasnya.
Pada sesi ketiga, Angga Wijaya, membawakan materi secara interaktif melalui komunikasi dua arah. Ia menekankan pentingnya semangat masa muda dan keinginan kuat untuk memberikan dampak bagi orang lain. “Saya menganalogikan kalau anak muda itu seperti pukul 12 siang, di mana terik matahari begitu panas,” ujarnya.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengkaji dan mempresentasikan gaya kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ke-1 hingga ke-8. Kegiatan ditutup dengan pengumuman delegasi terbaik putra dan putri serta kelompok terbaik.
Salah seorang peserta, Valentino Manalu, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Negeri Medan (Unimed), menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar sekaligus memperluas relasi.
“Menurut saya, acara ini menjadi latihan untuk kita menjadi seorang pemimpin, karena di sini kita belajar tentang kepemimpinan juga sekaligus mendapat kenalan, relasi yang baru,” ujarnya.
*Reporter adalah anggota magang BOPM Wacana 2026.



