BOPM Wacana

WALHI Sumut Peringati Hari Keadilan Ekologis, Ajak Suara Muda Pulihkan Sumatra

Dark Mode | Moda Gelap
Sesi Foto Bersama sukarelawan Walhi di Hari Keadilan Ekologis di jalan perniagaan
Minggu (20/09/2026). | Muhammad Nabil Farish

Oleh: Muhammad Nabil Farish

Medan, wacana.org – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara memperingati Hari Keadilan Ekologis dengan menggelar kampanye bertajuk “Suara Muda untuk Pulihkan Sumatra” di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Medan, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB itu diisi dengan orasi, permainan interaktif, pameran foto, hingga penggalangan tanda tangan petisi.

Staf Kampanye WALHI Sumut, Maulana Shiddiq, menjelaskan bahwa peringatan ini merujuk pada Hari Keadilan Ekologis yang dideklarasikan WALHI Nasional bersama seluruh Direktur Eksekutif (ED) di seluruh provinsi pada 20 September 2025 di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, isu besar yang diusung adalah kondisi lingkungan hidup Indonesia yang dinilai sudah mencapai ambang kritis.

“Keadilan ekologis ini sebenarnya membawa isu besar tentang bagaimana kondisi alam dan lingkungan hidup Indonesia hari ini sudah mencapai ambang kritis. Artinya, kita sudah tidak layak lagi untuk berdampingan dengannya. Tetapi, memang beberapa penyebabnya adalah dari kita sendiri, dan juga beberapa kebijakan serta oligarkinya,” tegasnya.

Ia menyebut kampanye tahun ini juga menyoroti isu “Sumatra Belum Pulih”. Isu ini merujuk pada rentetan bencana ekologis di Pulau Sumatra, termasuk longsor dan banjir bandang yang sempat menghantam Aceh dan Sumatra Utara pada November 2025. Menurut Maulana, klaim pemerintah bahwa pemulihan pascabencana sudah berjalan belum sepenuhnya sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Kalau dalam narasi dan beberapa kali pidato pejabat negara, termasuk Presiden, katanya sudah pulih dan terpulihkan. Tapi, pada kenyataannya, fakta di lapangan masih sangat banyak masyarakat yang tidak pulih secara psikologis, ekonomi, maupun mata pencaharian,” ujarnya.

Maulana menambahkan, WALHI Sumut turut mendesak penegakan hukum terhadap korporasi yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di Sumatra, sementara masyarakat kecil yang mengelola lahan pertanian kerap menjadi pihak yang justru ditindak.

“Harapan kami ke depan, seluruh perusahaan dan kebijakan itu, penegakan hukumnya harus ditegakkan untuk kejahatan lingkungan hidup,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengunjung CFD yang kebetulan melintas di lokasi acara, Priscilla Naomi, mahasiswa Ilmu Komunikasi stambuk 2024 Universitas Sumatera Utara (USU), mengaku tertarik dengan cara WALHI Sumut mengampanyekan isu ini kepada masyarakat.

“Menurut aku sangat bagus, karena bisa membuat masyarakat melek soal ini. Menarik juga, karena banyak cara yang dilakukan untuk membuat orang notice, seperti membuat spanduk, tulisan-tulisan, dan poster-poster yang menarik,” kata Priscilla.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat mendorong kesadaran publik bahwa Sumatra belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana, sekaligus mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan pemulihan wilayah tersebut.

“Harapannya masyarakat lebih melek lagi, supaya bisa sadar kalau Sumatra belum pulih. Semoga juga diperhatikan oleh pemerintah, dan ke depannya Sumatra bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus