BOPM Wacana

Garuda TV Adakan Broadcasting Class di FISIP USU

Dark Mode | Moda Gelap
Pemaparan Materi Broadcasting Class oleh Jemmy Darusman di ruang smart clasroom A.13 FISIP USU, Jumat (14/8/2026). | Sumber Istimewa
Pemaparan Materi Broadcasting Class oleh Jemmy Darusman di ruang smart clasroom A.13 FISIP USU, Jumat (14/8/2026). | Sumber Istimewa

Oleh: Ruth Cintia Sianturi

USU, wacana.org – Garuda TV telah mengadakan broadcasting class di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian event Indonesia Punya Kamu yang berkolaborasi dengan penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) USU 2026.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Jemmy Darusman (Presenter Garuda TV) dan Immanuel Prasetya Gintings (Biro Garuda TV Sumatera Utara). Agenda diawali dengan pemaparan materi, dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab. Di tengah sesi pemaparan materi, peserta yang mengikuti audisi Anchor Hunt dipanggil secara bertahap untuk menjalani tes secara individu, kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama.

Pada sesi pertama, Jemmy Darusman menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah memperluas ruang kerja seorang presenter. Menurutnya, kemampuan menjadi presenter tidak lagi hanya dibutuhkan dalam produksi televisi, tetapi juga dalam penyampaian informasi

“Artinya, sekarang kita bisa menjadi presenter tidak hanya di TV, tetapi juga di perangkat mobile. Kita tidak perlu format seperti di televisi, cukup bisa berkomunikasi, merekam, lalu menyampaikan informasi. Tetapi kalau seorang jurnalis, maka harus mengikuti kode etik. Semakin dekat suatu peristiwa dengan kita, atau istilahnya proximity, semakin kita merasa peduli,” tuturnya.

Kemudian, Immanuel Prasetya Gintings dalam pemaparannya membahas teknik dasar peliputan, mulai dari pengambilan gambar, penyusunan sequence, kualitas audio, hingga teknik wawancara.

“Jadi, sequencing-nya harus benar. Apa dulu yang harus diambil? Kemudian gambar apa yang dimuat supaya penonton tahu lokasinya di mana? Misalnya gambar nama jalan. Dan yang paling penting, jangan tampilkan wajah anak-anak di bawah umur. Lalu jika ada korban, jangan kesenangan ambil gambarnya, cukup ambil dari kejauhan, kita juga harus memperhatikan etika jurnalistik dalam mengambil gambar,” jelasnya.

Salah satu kontestan, mahasiswa Program Studi Perpajakan 2023, Regina Alea Sihombing, mengaku bahwa acara ini sangat seru, apalagi bagi mahasiswa yang tertarik dengan broadcasting, jurnalistik ataupun yang menjadi seorang news anchor.

“Kebetulan di sini tadi sebelum ikut Anchor Hunt saya sempat join juga kelasnya, disitu kami diajarkan bagaimana ngobrol di depan umum, cara pemilihan bahasanya, hingga pembawaan ekspresinya, setelah itu saya ikut Anchor Hunt, disitu saya mempraktekkan seperti apa pembawaan menjadi news anchor. Harapannya karena saya ikut kompetisi ini pastinya yang terbaik, kalau misalnya rejeki semoga saya bisa menjadi citizen journalism,” ujarnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus