
Oleh : Iyusarah Pakpahan
USU, wacana.org – Akun Instagram @chardtogi_ mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), Cristoper Hepatta Sitanggang. Menurut unggahan di akun tersebut, Cristoper diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswa, termasuk mahasiswa baru FEB.
Pemilik akun, melalui pesan pribadi Instagram pada Kamis (9/7/2026), menyatakan bahwa informasi yang diunggah merupakan informasi valid dan berasal dari laporan para korban disertai dengan bukti. Ia menjelaskan, kasus ini bermula ketika seorang mahasiswa baru USU stambuk 2026 menghubunginya dan mengaku mengalami pelecehan seksual oleh seorang kakak tingkat.
“Awalnya ada mahasiswa baru USU yang curhat kepada saya tentang kakak tingkat yang mengganggunya. Setelah saya temui, ternyata pelaku tidak kooperatif, sehingga saya menelusuri lagi. Ternyata korbannya tidak hanya satu. Saat ini sudah tercatat 45 korban dan jumlahnya masih terus bertambah melalui laporan yang masuk ke pesan langsung Instagram saya beserta bukti dugaan kekerasan seksual verbal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, modus yang dilaporkan para korban hampir seragam, seperti mengajak check-in, melakukan Video Call Sex (VCS), meminta foto alat kelamin secara paksa, hingga bentuk kekerasan seksual lainnya. “Dari laporan yang masuk korban bukan hanya berasal dari mahasiswa USU tetapi juga dari mahasiswa di luar USU, korban yang melapor juga tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki,” terangnya.
“Pelaku disebut telah diberhentikan dari kepengurusan himpunan mahasiswa, sementara penanganan kasus juga sedang dilakukan oleh Satuan gagasan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa FEB USU,” jelasnya.
Salah satu korban berinisial AG turut mengonfirmasi dugaan pelecehan seksual tersebut. Melalui pesan pribadi, ia mengaku dihubungi pelaku yang telah dikenalnya sejak duduk di bangku SMA. “Selama kurang lebih satu minggu ia terus menghubungi saya, meminta melakukan hubungan seksual dan mengirim foto tidak senonoh. Awalnya saya kira hanya bercanda karena kami sama-sama laki-laki, tetapi saya selalu menolak,” jelasnya.
AG berharap pihak kampus memberikan sanksi tegas kepada pelaku serta mengambil langkah serius agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya sepakat dengan harapan para korban. Kasus ini harus diusut tuntas. Jika memungkinkan, kasus ini dibawa ke ranah hukum dan pelaku dikeluarkan dari USU karena telah mencoreng nama baik kampus. Korbannya terlalu banyak dan tindakan ini tidak dapat ditoleransi,” tegasnya
Saat berita ini diterbitkan, pelaku telah mengunggah video permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @criistoophers_.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang telah saya sakiti. Saya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial. Saat ini, saya sudah mengikuti conselling yang bertujuan untuk memperbaiki kepribadian saya ke depannya agar tidak mengulangi kejadian yang sama seperti ini,” ujarnya.



