BOPM Wacana

Solidaritas Masyarakat Sipil Sumut Desak Usut Dalang Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus

Dark Mode | Moda Gelap
Solidaritas Masyarakat Sipil Sumut menyatakan sikap untuk mengecam penyerangan terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, dalam Konferensi Pers di Kantor KontraS Sumut, Senin (16/3/2026). | Dinar Fazira Fitri
Solidaritas Masyarakat Sipil Sumut menyatakan sikap untuk mengecam penyerangan terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, dalam Konferensi Pers di Kantor KontraS Sumut, Senin (16/3/2026). | Dinar Fazira Fitri

Oleh: Dinar Fazira Fitri

Medan, wacana.org – Solidaritas Masyarakat Sipil Sumatra Utara (Sumut) menggelar konferensi pers untuk mengecam dan mengutuk tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Pernyataan sikap digelar di Kantor KontraS Sumut, Senin (16/3/2026).

Adinda Zahra Noviyanti, Kepala Operasional Kontras Sumut, dalam pembukanya menyatakan pernyataan sikap ini diwakili oleh pimpinan-pimpinan organisasi masyarakat sipil di Sumut. “Andrie Yunus bagi kami adalah pemuda pemberani yang sampai hari ini masih menolak segala bentuk penggunaan kekuasaan yang berlebihan. Yang paling baru dilakukannya, ketika ia masuk ke dalam ruang rapat tertutup DPR untuk menolak RUU TNI,” ujarnya.

Pernyataan sikap dilakukan secara bergantian oleh perwakilan organisasi masyarakat sipil, di antaranya yaitu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Sumut, Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (Sikap), BITRA Indonesia serta BAKUMSU.

Selain itu juga dihadiri, Power Hub Girl, Perempuan Hari Ini, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Yayasan Srikandi Lestari (YSL), dan Aksi Kamisan Medan. Konferensi pers juga dihadiri oleh jurnalis media massa dan pers mahasiswa.

Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, melihat bahwa tindakan penyerangan ini bukan semata-mata personal, melainkan penyerangan terhadap pembela HAM. “Ini tindakan yang terorganisir, terukur, terstruktur, dan terencana. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, dengan bukti penyerangan yang jelas, maka tidak ada alasan untuk negara tidak bisa mengungkap itu. “Ini bukan hanya soal Andrie Yunus, tapi mengancam pembela HAM, baik dalam bidang lingkungan, perempuan, anak, dan lain sebagainya. Jangan hanya fokus pada aktor lapangan saja, kita mendesak pengusutan sampai pada aktor intelektualnya,” timpal Irvan.

Usai pernyataan sikap, seluruh perwakilan organisasi masyarakat sipil membaca bersama, poin-poin untuk mendesak negara segera mengungkap dan mengadili pelaku serta menjamin keselamatan dan perawatan terhadap Andrie Yunus. “Kepada aktor intelektual yang masih bersembunyi, kami tidak takut pada ancaman yang kalian tebar. Kami akan terus bersama Andrie, untuk terus menolak otoritarianisme dan kembalinya militerisme,” tutup Dinda.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus