
Oleh: Hasrina Arum Maulida
Medan, wacana.org – Soulmantra bersama Universitas Institut Bina Bisnis Indonesia (IBBI) menggelar Campus Talk bahas deepfake dan psikologi scam, dengan mengusung tema “Sadar Digital: Cerdas Menanggapi Kebohongan Dunia Maya”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium UCSN IBBI, Sabtu (31/1/2026).
Wakil Rektor Universitas IBBI, Edison Parulian, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran digital di tengah derasnya arus informasi di era digital. Ia menegaskan, literasi digital tidak hanya sebatas penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup sikap kritis dan etis dalam ruang digital.
“Literasi digital tidak hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memverifikasi kebenaran informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta mengikuti kode etika di ruang digital,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni, Hendra (Cybersecurity Practitioner), Sares Wari (AI dan Digital Safety Practitioner), serta Alfian Linux (Founder & CEO sekaligus Technopreneur).
Salah satu pemateri, Hendra, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuktikan adanya pemalsuan dalam bentuk video yang disebut deepfake. “Praktik penipuan atau scam tidak dilakukan melalui serangan teknologi semata, melainkan dengan memanfaatkan kelemahan psikologis manusia,” ujarnya.
Hendra menyebut bahwa praktik penipuan atau scam tidak dilakukan melalui serangan teknologi semata, melainkan dengan memanfaatkan kelemahan psikologis manusia. Scammer biasanya menyerang melalui eksploitasi terhadap tekanan, peluang, dan pembenaran diri korban, sehingga calon korban dapat berubah menjadi korban ketika lengah dan tidak waspada.
“Scam dilakukan dengan pendekatan psikologi, bukan teknologi. Yang diserang itu manusianya, bukan sistemnya. Jika manusianya berhasil diserang, maka sistem tidak lagi mampu melindungi dengan cepat,” tegas Hendra.



