
Oleh: Muhammad Rifqy Ramadhan Lubis
Medan, wacana.org – Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara (Sumut) bersama Forum Komunikasi Masyarakat Lingkungan Jalan Alumunium (FORMULA) dorong penyadaran agraria terhadap warga Tanjung Mulia melalui nonton bareng (nobar) dan diskusi bertajuk “Belajar dari Perjuangan Hak Atas Tanah di Bandung, Dago Elos,” yang berlangsung di Jalan Alumunium I, Medan Deli, Minggu (15/2/2026).
Staf Pengorganisasian dan Jejaring KontraS Sumut, Alfhandi Hagana, menyebutkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bagian dari proses panjang pengorganisiran warga, di tengah perjuangan hukum masyarakat Tanjung Mulia untuk mempertahankan tanah yang selama ini mereka tempati dari klaim sepihak oleh pihak tertentu.
“Perjuangan secara hukum hanyalah salah satu dari banyak cara yang bisa dilakukan. Dengan kegiatan nobar dan diskusi seperti ini menjadi salah satu cara yang dirasa sangat perlu dilakukan, belajar dari masyarakat Dago Elos yang melakukan perjuangan dengan cara aktivasi ruang dalam proses perlawanannya,” ucap Gana.
Dalam pernyataannya, Gana juga menjelaskan kegiatan ini menghadirkan dua narasumber sebagai pembicara saat sesi diskusi, yaitu Adinda Zahra Noviyanti (Kepala Operasional KontraS Sumut) dan Dhea (Salah satu warga kampung Dago Elos). Setelah agenda nobar dan diskusi, warga juga turut diberikan buku “Panduan Keamanan di Basis Konflik Agraria,” sebagai upaya mitigasi dan penguatan pengetahuan warga.
Gana juga menyampaikan harapannya kepada warga Tanjung Mulia agar mengikuti semangat perjuangan yang dilakukan warga Dago Elos. “Jadi besar harapan dari kami beserta warga yang lain untuk benar-benar sadar bahwa tanah yang akan digusur itu adalah tanah milik masyarakat yang harus mereka perjuangkan bagi keberlangsungan anak cucu mereka,” tegasnya.
Salah seorang warga Tanjung Mulia sekaligus Sekretaris FORMULA, Epri, juga berharap warga tetap solid dalam perjuangan mereka. “Kasus di Dago Elos memiliki kemiripan, meski tidak sepenuhnya sama. Melalui pemutaran film ini, diharapkan semangat warga tumbuh dan semakin kuat untuk peduli terhadap konflik di tanah mereka sendiri,” pungkasnya.



