
Oleh: Sepania Margareta Hutabarat
USU, wacana.org – Ikatan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik (IMPRODIAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menghadirkan simulasi pelayanan publik dalam diskusi bertajuk “Forum Edukasi dan Simulasi Pelayanan Publik dalam Upaya Pencegahan Maladministrasi” di Aula FISIP USU, Kamis (12/2/2026).
Ketua Panitia, Maulida Salsabila Lubis, menyampaikan bahwa sesi simulasi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. ”Melalui simulasi ini diharapkan mahasiswa bisa memahami sistem dan mekanisme pelayanan publik secara nyata serta menimbulkan kesadaran pencegahan maladministrasi,” ujarnya.
Sesi simulasi diawali dengan pembagian peserta ke dalam beberapa kelompok. Lalu setiap kelompok diberikan pembagian peran yang berbeda, seperti petugas pelayanan, pejabat terkait, hingga masyarakat yang datang mengurus keperluan administrasi.
Pembagian ini bertujuan agar peserta dapat memahami proses pelayanan dari berbagai sudut pandang. Kemudian, sesi simulasi dijalankan sesuai dengan alur dan urutan kelompok yang telah disusun.
Salah satu pemateri, Dara Aisyah, menyoroti hasil simulasi yang dilakukan peserta dan mengaitkannya dengan potensi maladministrasi dalam pelayanan publik.
”Pelayanan publik seharusnya mempermudah dan mempercepat urusan masyarakat, bukan mempersulit. Dalam simulasi tadi terlihat bahwa bentuk maladministrasi itu bisa terjadi ketika petugas tidak menjalankan pelayanan sebagaimana mestinya atau bersikap tidak patut terhadap masyarakat. Tindakan seperti ini harus dihindari,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelayanan publik pada dasarnya adalah amanah, sehingga setiap petugas wajib menjalankan tugasnya secara adil, tepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku.



