BOPM Wacana

Gemuruh

Dark Mode | Moda Gelap
Ilustrasi. | Tio Hasianna Vincentia Hutahaean
Ilustrasi. | Tio Hasianna Vincentia Hutahaean

Oleh: Muhammad Rifqy Ramadhan Lubis

Gemuruh riuh yang bersarang di kepalaku

Bagai badai ombak yang menghantam seluruh ketenangan jiwa

Seakan tak memberi jeda pada nafas yang ingin berlabuh

Mengikat jiwa, mempermainkan kata, dan menyisakan hampa

 

Pikiranku berlarian tak tentu arah

Terperangkap di antara ilusi dan realita

Setiap bayangan dan suara menyisakan luka tak kasat mata

Menjelma menjadi nyata membuatku tak berdaya

 

Aku bertanya-tanya kapan badai ini akan reda?

Kapan suara-suara yang menghantui kepala ini sirna?

Rasanya, setiap waktu hanya berlalu dalam bisu yang pilu

Canda dan tawa berlalu

Digantikan oleh sendu yang menjadi candu

 

Perasaan sedih dan kecewa kian hari membuncah

Mendominasi jiwa rapuh

Membuatku lelah dan ingin menyerah

Dalam pikiranku bergema teriakan dan permohonan untuk berhenti,

Apakah setiap penderitaan yang kualami merupakan wujud penghakiman yang kau beri?

 

Jika memang benar, lengkap sudah kubekali malam ini

Bersenapan dan berpisau, berada di dekapmu sedikit lagi

Entah lubang di dada atau di kepala

Menujumu aku tak ingin lagi berlama-lama

Komentar Facebook Anda

Muhammad Rifqy Ramadhan Lubis

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB USU Stambuk 2023. Saat ini Rifqy menjabat sebagai Staf Reporter BOPM Wacana.

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus