
Oleh: Putri Salwa Assyifa
USU, wacana.org – Delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi dalam ajang Siriraj International Medical Microbiology, Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC) 2026. Kompetisi ini berlangsung pada 28-31 Maret 2026 yang diikuti 59 tim dari berbagai negara yang diselenggarakan oleh Siriraj Hospital bersama Mahidol University di Bangkok, Thailand.
SIMPIC merupakan olimpiade kedokteran internasional yang berfokus pada infeksi tropis, mikrobiologi, parasitologi, dan imunologi, serta terbuka bagi mahasiswa pre-klinik hingga koas. Kompetisi berlangsung dengan rangkaian kegiatan mulai dari registrasi, cultural excursion, hingga dinner cruise yang menjadi ajang pertukaran budaya antarnegara.
Salah satu delegasi yang berhasil meraih medali perak, Ruth Maria Situmorang, mahasiswa Pendidikan Dokter stambuk 2020, pada Rabu (8/4/2026), menjelaskan bahwa proses kompetisi di mana peserta mengikuti sesi individu dan tim. “Tahap penyisihan untuk masuk semifinal dihitung dari 60% individu dan 40% tim. FK USU berhasil ke semifinal, dengan tim USU01 dan USU03 masuk 15 besar, serta USU02 di 20 besar,” jelas Ruth.
Adapun delegasi FK USU terdiri dari tiga tim, yaitu Tim USU01 beranggotakan Nicholash Marcolius Sutanto, Tiffany Frolence, Enrico Franditho Sihombing, dan Ruth Maria Situmorang. Tim USU02 terdiri dari King Muliawan Makmur, Muhammad Shadiq, Vincentius Haholongan Tito Sihaloho, dan Kelly Cristo Iskandar. Sementara itu, tim USU03 beranggotakan Yuni Harun Marsella, Nathan Ryan Putra Sitompul, Bintang Aly Zacky, dan Bill Colson Wijaya.
“Secara keseluruhan, FK USU meraih 8 medali individu, yaitu 6 perak dan 2 perunggu. Dari tim USU01 ada tiga medali perak, tim USU02 mendapat satu perunggu serta tim USU03 mendapat tiga perak dan satu perunggu,” tuturnya.
Ruth menekankan bahwa proses persiapan menjadi kunci utama dalam menghadapi kompetisi. “Kami mempersiapkan diri selama 6-8 bulan dengan metode presentasi materi berdasarkan textbook referensi SIMPIC dan bimbingan mentor. Tiga bulan terakhir difokuskan pada latihan soal dan try out,” ungkapnya.
Ia menambahkan pembiayaan kompetisi menggunakan sistem reimburse. “Pada kompetisi ini kami terlebih dahulu menggunakan dana pribadi, kemudian mendapatkan penggantian dari fakultas,” terang Ruth.
Selain itu, Bintang Aly Zacky, mahasiswa Pendidikan Dokter stambuk 2023 juga berhasil meraih medali perunggu. Ia mengaku keikutsertaannya ini didorong oleh keinginan untuk memperbaiki hasil sebelumnya. “Tahun ini saya mencoba lagi untuk meraih medali. Proses seleksi di tingkat fakultas cukup ketat, dari sekitar 20 mahasiswa tersaring 12 orang melalui dua tahap seleksi pada bulan April dan Oktober 2025 dan dibagi menjadi 3 tim yang diutus ke Thailand,” jelasnya.
Bagi Bintang, pencapaian ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademiknya. “Ini pertama kali saya mendapatkan penghargaan tingkat internasional. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari fakultas,” ungkapnya.
Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti kompetisi agar terus berpacu pada tujuan awal. “Harus giat berlatih dan tetap fokus dengan tujuan awal ketika mengikuti dan memulai kompetisi itu,” tutupnya.
Mengapresiasi hal ini, Nisa, mahasiswa Kesehatan Masyarakat stambuk 2024, mengaku kagum atas prestasi yang telah diukir mahasiswa FK USU. “Usaha mereka mendapatkan medali internasional bukan hal yang mudah, salut melihat kerja keras dan semangatnya,” ungkapnya.



