BOPM Wacana

Jazz Berbalut Ulos, Societeit de Harmonie Bawakan Lagu Batak di Medan Fashion dan Culture Festival 2026

Dark Mode | Moda Gelap
Penampilan Societeit de Harmonie pada Medan Fashion & Culture Festival 2026 di Main Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026). | Putri Andhini S

Oleh : *Putri Andhini S 

Medan, wacana.org – Grup jazz Societeit de Harmonie membawakan lagu Batak dalam Medan Fashion dan Culture Festival 2026 di Main Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026). Penampilan tersebut menarik perhatian pengunjung melalui perpaduan musik jazz dengan lagu daerah dan unsur budaya Batak.

Dalam penampilannya, vokalis Societeit de Harmonie, Natasya Elvira, mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain ulos di pinggang. Personel lainnya juga mengenakan aksesori tradisional.

Natasya menyampaikan ucapan terima kasih atas kain ulos yang dikenakan para personel. “Terima kasih kepada Bang Torang Sitorus, Pak Riko, Bu Erin, dan tentunya Dinas Pariwisata Kota Medan sudah menghadirkan Societeit de Harmonie di sini, dan juga kepada Ecraft. Ulosnya sangat indah sekali. Yang kami berempat kenakan pada sore hari ini merupakan koleksi dari Pak Torang,” tuturnya.

Natasya juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat kembali ke Medan untuk kedua kalinya. Ia menceritakan bahwa kunjungan sebelumnya sempat membuat mereka terjebak di Medan akibat erupsi. “Tapi hal itu tidak bikin kami berempat kapok untuk datang ke sini karena makanannya luar biasa enak-enak, ya. Rasanya nggak cukup satu dua hari aja ada di sini. Dan hari-hari kami berempat di Medan akan selalu menjadi kenangan yang indah,” ungkap Natasya.

Suasana semakin meriah ketika Societeit de Harmonie membawakan lagu Batak “Ramba Dia” dan “Mardua Holong”. Penonton tampak antusias dan ikut bernyanyi bersama. Setelah membawakan “Mardua Holong”, Natasya melontarkan candaan kepada penonton. “Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Ini rombongan sakit hati kali ya. Kalo lagu ini selalu pada kenceng-kenceng nyanyi nya. Kenapa sih? Banyak yang patah hati sepertinya hari ini ya,” ujar Natasya.

Salah satu pengunjung, Adista Mutiara Sari, mahasiswa Sastra Indonesia USU, mengaku telah lama ingin menyaksikan penampilan Societeit de Harmonie secara langsung. “Dari dulu sih, dari kemarin-kemarin tuh pengen banget nengok. Tapi mereka tuh selalu buat konsernya di Yogyakarta. Belum pernah ke Medan. Jadi, udah ada niat kalau misalnya ke Medan ya harus nengok,” ujar Adista.

Adista mengaku semakin senang ketika Societeit de Harmonie membawakan lagu Batak, terutama “Mardua Holong”. Ia juga mengatakan bahwa perpaduan musik jazz dengan lagu daerah serta penampilan Natasya yang mengenakan kebaya dan ulos menghadirkan kebanggaan tersendiri.

“Saat kakak itu bawain lagu Batak rasanya benar-benar wah keren, campur bangga. Apalagi pas reff Mardua Holong tuh kayak pecah. Terus pas liat kakaknya pake kebaya ditambah kain ulos, ya Allah, bangganya aku jadi anak Medan,” ungkapnya.

*Reporter adalah anggota magang BOPM Wacana 2026.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus