BOPM Wacana

Ngobrol Buku Gelar Pameran Foto “Usai Bandang”, Hadirkan Refleksi dan Edukasi Kebencanaan

Dark Mode | Moda Gelap
Dari kanan, moderator dan narasumber saat diskusi publik “Usai Bandang: Sebuah Refleksi” di Roha Cafe, Minggu (8/2/2026). | Febryani Cintya Amelia Sibarani

Oleh: Syarifah Sarah Nurjihan

Medan, wacana.org – Ngobrol Buku dan Roha Indonesia menggelar pameran foto, kegiatan amal, dan diskusi publik bertajuk “Usai Bandang: Sebuah Refleksi”, yang berlangsung di Roha Cafe, Minggu (8/2/2026).

Relawan bencana, Andi Gultom, mengatakan pameran foto ini digelar sebagai pengingat agar isu kebencanaan tidak tenggelam oleh arus informasi. Menurutnya, dampak banjir bandang hingga kini belum sepenuhnya tuntas dan masih dirasakan oleh masyarakat terdampak.

“Pameran ini bertujuan untuk menyegarkan kembali ingatan bahwa masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Dampaknya masih dirasakan, baik dari sisi ekonomi maupun kehidupan masyarakat. Jangan sampai isu ini tenggelam,” ujarnya.

Kegiatan ini menampilkan foto karya Andi Gultom yang diambil pascabanjir di Aceh. Selain itu, acara juga dirangkai dengan diskusi publik bertajuk “Selamat Saat Air Datang: Keterampilan Dasar Bertahan Hidup”, yang menghadirkan praktisi kebencanaan, aktivis, dan relawan kemanusiaan.

Salah seorang pembicara, Jultri Saragih, mengatakan masih banyak masyarakat yang abai terhadap risiko bencana sehingga tidak siap ketika bencana datang. “ Saat ini masih banyak masyarakat yang abai terhadap banjir sehingga ketika banjir datang, mereka tidak siap,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa, mencakup kesiapan mental serta keterampilan dasar untuk bertahan hidup. Menurutnya, keselamatan diri harus menjadi prioritas utama saat bencana terjadi.

“Yang paling utama saat bencana terjadi adalah menyelamatkan diri sendiri. Sebab, jika kita tidak selamat, bagaimana mungkin kita bisa menyelamatkan orang lain,” katanya.

Sementara itu, Andi Gultom mengatakan pameran foto ini digelar sebagai pengingat agar isu kebencanaan tidak tenggelam oleh arus informasi. Menurutnya, dampak banjir bandang hingga kini belum sepenuhnya tuntas dan masih dirasakan oleh masyarakat terdampak.

“Pameran ini bertujuan untuk menyegarkan kembali ingatan bahwa masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Dampaknya masih dirasakan, baik dari sisi ekonomi maupun kehidupan masyarakat. Jangan sampai isu ini tenggelam,” ujarnya

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus