BOPM Wacana

UKT Indikasikan Uang Kuliah Naik

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Rati Handayani

Ilustrasi. Sumber: Istimewa
Ilustrasi. Sumber: Istimewa

BOPM WACANA – Apabila uang kuliah tunggal (UKT) diberlakukan nanti, uang kuliah yang harus dibayarkan mahasiswa tiap semesternya berindikasi naik. Pernyataan itu diungkapkan Pembantu Dekan (PD) II Fakultas Psikologi (FPsi) Lili Garliah, Selasa (2/4).

Dijelaskan Lili, uang kuliah yang berindikasi naik tersebut karena dalam perhitunggan unit cost (total pengeluaran fakultas) semua komponen dihitung yakni komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung. Pada saat UKT belum diterapkan seperti saat ini, tidak semua komponen biaya tercakup dalam perhitungannya. “Dengan UKT nanti, semuanya masuk dalam perhitungan. Misalnya biaya pemeliharaan kursi rusak dan gedung rusak dapat dimasukkan ke sana (unit cost -red),” jelas Lili.

Senada dengan Lili, PD II Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Sawaluddin juga berpendapat demikian. Menurutnya, hal ini terjadi karena melihat kemampuan pemerintah kecil untuk menutupi kekurangan biaya kuliah nantinya.

Saat ini, FPsi dan Fasilkom-TI telah menyelesaikan perhitungan unit cost masing-masing. Fasilkom-TI mendapatkan unit cost satu orang mahasiswa dalam setahun sebesar sekitar Rp 15 juta baik untuk program studi Ilmu Komputer maupun program studi Sistem Informasi. Sedangkan FPsi mendapatkan nilai unit cost yang harus dibayar satu mahasiswa dalam setahun sekitar Rp 18 juta.

Walaupun didapat nilai unit cost Rp 18 juta, Lili menjelaskan mahasiswa 2013/2014 yang akan membayar UKT ini tidak akan membayar sampai dengan Rp 18 juta per tahun karena dari nilai unit cost tersebut ada beban yang harus ditanggung mahasiswa, ditanggung pemerintah dan ditanggung universitas. Sedang berapa besar nilai tanggungan masing-masing belum diketuhai Lili hingga saat ini.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).