BOPM Wacana

Pengunduran Jadwal UAS Ganggu PKL Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Ridho Nopriansyah

Selebaran pengumuman jadwal ujian akhir semester tertempel di kaca mading FISIP, Senin (10/6). | Andika Syahputra
Selebaran pengumuman jadwal ujian akhir semester tertempel di kaca mading FISIP, Senin (10/6). | Andika Syahputra

BOPM WACANA | Pengunduran jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) USU nyatanya mengganggu jadwal Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Hal ini disampaikan Kepala Departemen Ilmu Komunikasi, Fatma Wardy Lubis, Selasa (11/6).

Menurut Fatma Wardy Lubis, PKL mahasiswa sudah dijadwalkan sebulan penuh di Juli 2013. Penjadwalan tersebut berdasar pada kalender akademik yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK)Rektor nomor 472/UNS.1.R1/SK/SPB/2013. “Kasihan mahasiswa kalau kejadiannya seperti ini, keputusan dari atas (rektorat) kita hanya menjalankan,” tegas Fatma.

Takdir Julianda mahasiswa Ilmu Komunikasi 2010 yang akan PKL di Jakarta mengaku dirinya harus membatalkan penerbangan. Seharusnya ia mulai PKL pada Juli mendatang. Saat ini dia beserta 111 mahasiswa lainnya tengah mengajukan surat permohohan penundaan masa PKL.

Hal yang sama juga dialami Hendrik Fernandez yang akan PKL diJakarta. Saat ini berkas yang ia ajukan sudah diterima. Namun dengan pengunduran jadwal UAS, ia juga harus mengajukan surat permohonan penundaan masa PKL. “Saya khawatir, PKL kami nantinya bermasalah,” tambah Fernandez.

Menanggapi hal ini, Pembantu Rektor I Prof Zulkifli Nasution menyatakan semua fakultas harus menuruti surat tersebut. Pasalnya pengunduran ini dilakukan berhubung tanggal 17-20 Juni mendatang akan dipakai untuk ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Jadwal ini tidak kita buat-buat. Sudah kita sesuaikan dengan jadwal dari Dirjen Dikti (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi -red),” tegas Prof. Zulkifli.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).