BOPM Wacana

Penggunaan Benih, Solusi Krisis Bawang di Indonesia

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Hadissa Primanda

USU, wacana.org/arsip — Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis bawang di Indonesia adalah dengan penggunaan benih dalam proses penanamannya, bukan lagi umbi. Hal ini disebabkan karena penggunaan benih jauh lebih menguntungkan dibandingkan menggunakan umbi seperti yang biasa dilakukan. Seperti yang dijelaskan Hendra Cipta Sidabutar Marketing Representative PT East West Seed Indonesia dalam materi Edukasi Teknik Praktis Penanaman Bawang Merah Varietas Tuktuk yang diselenggarakan oleh Komunitas Medan Berkebun, di Kelas Besar Arsitektur USU, Minggu (24/3).

Hendra Cipta Sidabutar menjelaskan, jika pembelian bibit umbi berkisar Rp 50 ribu per kilogram, maka penggunaan bibit sebesar 1 ton akan memakan biaya mencapai Rp 50 juta. Sementara, jika menggunakan benih, untuk 5 kilogram kebutuhan per hektare hanya membutuhkan Rp 7-8 juta.

Selain itu, pengangkutan umbi tergolong susah karena membutuhkan transportasi untuk membawanya, ditambah lagi adanya penyimpanan yang memunculkan kemungkinan kerusakan dari bawang itu sendiri. Terlebih, penyimpanan umbi benar-benar harus baik untuk menghidari berbagai macam penyakit dan busuk. “Jadi banyak kelemahan-kelemahan menggunakan umbi,sehingga ini jadi persoalan yang paling mendasar terhadap bawang,” paparnya.

Ia menambahkan, dari segi hasil panen umbi hanya mampu menghasilkan 12-15 ton dalam sekali panen, sementara bawang dari benih bisa panen mencapai 20-27 ton. Belum lagi panen bibit yang terus menerus dapat menurunkan kualitas dan menimbulkan penyakit pada umbi tersebut.

Saat ini, pihaknya gencar mengadakan sosialisasi tentang pemanfaatan benih dalam penanaman bawang, terutama kepada petani. Meskipun begitu, sosialisasi ini turut diperluas hingga ke masyarakat perkotaan. “Jadi masyarakat kota enggak cuma tau makan sayur, tapi lebih tau lagi tentang sayuran itu sendiri,” katanya.

Muhammad Fikri Ridho, Koordinator Lapangan Medan Berkebun, mengatakan dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan lahan-lahan pekarangan mereka dan membudayakan berkebun terutama bawang merah yang saat ini tengah krisis. “Sehingga keluarga tersebut mandiri pangan,” ujarnya.

Tak hanya di Medan, acara ini diadakan secara serentak di 27 kota di Indonesia, di bawah naungan Indonesia Berkebun bekerjasama dengan PT East West Indonesia, produsen benih sayuran Cap Panah Merah. Setelah edukasi teknik penanaman bawang, diadakan Lomba Tanam Tuk Tuk lewat lomba foto fase penanaman bawang, mulai hari ini hingga 24 Agustus mendatang.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).