BOPM Wacana

Pangkostrad: Nilai Kebangsaan Tergantung dari 4 Konsensus

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh:Fredick Broven Ekayanta Ginting

Suasana pameran Alat Utama Sistem Pertahanan Negara (Alutsista) yang diadakan oleh Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan di pelataran Auditorium USU, Kamis (10/9). Kegiatan ini memamerkan senjata khas milik berbagai kesatuan dalam TNI Angkatan Darat dan diikuti pelaksanaan kuliah umum.
Suasana pameran Alat Utama Sistem Pertahanan Negara (Alutsista) yang diadakan oleh Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan di pelataran Auditorium USU, Kamis (10/9). Kegiatan ini memamerkan senjata khas milik berbagai kesatuan dalam TNI Angkatan Darat dan diikuti pelaksanaan kuliah umum.

BOPM WACANA Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Edy Rahmayadi menyampaikan kepada mahasiswa bahwa nilai-nilai kebangsaan sangat tergantung kepada empat konsensus dasar, yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. “Yang dibilang MPR (Majelis Perwakilan Rakyat–red) dengan empat pilar,” ujarnya. Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertema “Wawasan Kebangsaan” di Auditorium, Jumat (11/9).

Lebih lanjut Pangkostrad menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dari Pancasila adalah religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai dari UUD 1945 adalah demokrasi, kesamaan derajat, dan ketaatan hukum. Sementara dalam NKRI terkandung nilai persatuan bangsa, kesatuan wilayah, dan kemandirian. “Adapun dalam Sesanti Bhinneka Tunggal Ika ada nilai solidaritas dan gotong royong,” sambungnya.

Namun, menurut Pangkostrad tak cukup hanya solidaritas dalam menjaga Indonesia. Tapi juga dibutuhkan pemahaman akan toleransi yang tidak mengenal ada kaum mayoritas ataupun minoritas di Indonesia.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi 2013 Boy Sianturi mengatakan sangat penting mahasiswa memahami nilai-nilai kebangsaan tersebut. “Mereka (Tentara NasionaI Indonesia –red) beri pandangan bagaimana mereka membangun Indonesia,” sebut Boy. Hal ini menurutnya penting agar mahasiswa pun bisa lebih memahami nilai bangsa dan asal usulnya.

Kuliah umum ini terselenggara atas kerjasama USU dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Kegiatan ini dihadiri ratusan orang yang berasal dari seluruh civitas akademika kampus

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).